Saturday, October 27, 2012

Karya Semi Ilmiah


Karangan semi ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi Jenis karangansemi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada diantara ilmiah.

Ciri-ciri :

- Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
- Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
- Deskriptif : pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
- Kritik tanpa dukungan bukti.

Contoh : 

Manga, merupakan sebutan untuk komik di Jepang. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan komik masuk pertama kali ke Jepang, tetapi pada mulanya komik Jepang adalah peniruan dari film animasi Walt Disney oleh Ozamu Tezuka (1928-1989) dan merupakan cikal bakal dari komik Jepang modern. Beliau mengekspresikan gerakan film-film animasi Walt Disney ke dalam komik Jepang. Karya-karya beliau setelah akhir perang dunia II membuka era baru untuk komik Jepang.

Perbedaan karangan ilmiah dengan karangan semi ilmiah:
"Kecermatan dalam berbahasa mencerminkan ketelitian dalam berpikir" adalah slogan yang haru dipahami dan diterapkan oleh sang penulis. Melalui kecermatan bahasa gagasan atau ide-ide kita akan tersampaikan. Oleh karena itu, penguasaan bahasa amat diperlukan ketika anda menulis.

Bahasa dalam karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi. Ciri-ciri ragam resmi yaitu menerapkan kesantunan ejaan (EYD), kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraf, menggunakan kata ganti pertama "penulis", buka saya, aku , kami atau kita, memkai kata baku atau istilah ilmiah, bukan popular, menggunakan makna denotasi, bukan konotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan dan mengikuti konvensi penulisan karangan ilmiah. Terdapat tiga bagian dala konvensi penulisan karangan ilmiah, yaitu bagian awal karangan (premilinaries), bagian isi (main body), dan bagian akhir karangan (reference matter).

Berbeda dengan karangan ilmiah, bahasa dalam karangan semi ilmiah atau ilmiah popular dan non ilmiah melanggarkan aturan, seperti menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah-istilah yang umum atau popular yang dipahami oleh semua kalangan dan menngunakan kalimat yang kurang efektif seperti pada karya sastra.

                 http://rachmandianto.blog.com/2011/05/25/tulisan-%E2%80%9Cperbedaan-karangan-ilmiah-semi-ilmiah-dan-non-ilmiah%E2%80%9D/


Friday, October 19, 2012

Karya Ilmiah


Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
Tujuan Karya Ilmiah
  • Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  • Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  • Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Manfat Karya Ilmiah
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
  • Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
  • Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
  • Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
  • Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
  • Memperoleh kepuasan intelektual;
  • Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
  • Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

Karya tulis ilmiah dapat dipilah dalam dua kelompok yaitu: (a) karya tulis ilmiah yang merupakan laporan hasil pengkajian/penelitian, dan (b) karya tulis ilmiah yang berupa tinjauan/ulasan/ gagasan ilmiah. Meskipun keduanya berbeda, namun sebagai tulisan yang bersifat ilmiah terdapat beberapa ciri yang menunjukkan kesamaan antara lain:Contoh karya tulis ilmiah dan pengertian karya ilmiah
  1. hal yang dipermasalahkan berada pada kawasan pengetahuan keilmuan
  2. kebenaran isinya mengacu kepada kebenaran ilmiah
  3. kerangka sajiannya mencerminan penerapan metode ilmiah
  4. tampilan fisiknya sesuai dengan tata cara penulisan karya

Jenis Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah dapat disajikan dalam bentuk laporan penelitian, artikel ilmiah di jurnal, artikel ilmiah popular di media massa, makalah seminar, buku, diktat, modul, maupun karya terjemahan, antara lain:

  1. Makalah atau paper merupakan rumusan atau simpulan pemikiran sebagai hasil telaah atau pengkajian sederhana dari sebuah referensi bacaan, pemikiran tokoh, ilmuwan atau penulis sebelumnya. Karya ilmiah jenis ini biasa diberikan oleh dosen atau guru kepada mahasiswa atau siswanya. Tujuannya biasa untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam menuangkan gagasan ilmiahnya untuk mengasah kemampuan intelektualnya dalam menanggapi permasalahan yang berkembang. Makalah biasanya disajikan dalam forum seminar, lokakarya, workshop dan sejenisnya.

  2. Laporan praktikum biasanya merupakan laporan tertulis dari serangkaian kegiatan praktikum yang telah dilakukan oleh seorang atau sekelompok siswa. Dalam menuliskan laporan unsur kronologis menjadi sangat penting karena praktik kerja baik di lapangan maupun di laboratorium terdiri dari tahapan-tahapan yang sistematis yang harus dilaporkan secara sistematis juga. Dengan demikian penulisan laporan praktikum dituntut untuk menyampaikan sebuah kegiatan secara sistematis, runtut dan terperinci.

  3. Artikel merupakan gagasan tertulis dari penulis tentang suatu permasalahan yang didasarkan pada kajian pustaka atau hasil penelitian. Artikel merupakan diseminasi pemikiran dari ahli atau seseorang yang secara intens mengamati permasalahan tertentu (pengamat). Artikel hampir mirip dengan makalah, yang membedakan adalah ruang publikasinya. Apabila makalah disampaikan dalam forum seminar atau workshop, artikel dipublikasikan di media massa baik jurnal ilmiah atau media massa (koran atau majalah, yang biasa disebut artikel ilmiah populer). Artikel dapat ditulis dalam berbagai bentuk yaitu opini, essay atau feature. Opini merupakan gagasan pribadi penulis, sedangkan essay merupakan karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang penulisnya (Kamus Besar Bagasa Indonesia, 2005: 308). Sedangkan feature merupakan bentuk penulisan artikel yang berupa berita.

  4. Tugas akhir baik skripsi (tingkat S1), thesis (S2) atau disertasi (S3) merupakan karya ilmiah yang ditujukan untuk mengakhiri studi di perguruan tinggi. Tugas akhir biasanya berupa hasil penelitian dari bidang tertentu (sesuai jurusan atau program studi yang diambil) yang kemudian diujikan secara lisan untuk memperoleh derajat kelulusan dan kelayakan karya tersebut.


Sunday, October 7, 2012

Penalaran Deduktif


Penalaran deduktif adalah menarik kesimpulan khusus dari premis yang lebih umum. jika premis benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, maka dapat dipastikan hasil kesimpulannya benar. jika penalaran induktif erat kaitannya dengan statistika, maka penalaran deduktif erat dengan matematika khususnya matematika logika dan teori himpunan dan bilangan.

Faktor – faktor penalaran deduktif :
1. Pembentukan Teori
2. Hipotesis
3. Definisi Operasional
4. Instrumen
5. Operasionalisasi
Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus : Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

  • Semua manusia fana (pasti akan mati). (premis mayor)
  • Sokrates adalah manusia. (premis minor)
  • Sokrates pasti (akan) mati. (kesimpulan)


B. Variabel pada penalaran deduktif
1. Silogisme Kategorial
2. Silogisme Hipotesis
3. Silogisme Alternatif


Contoh klasik dari penalaran deduktif, yang diberikan oleh Aristoteles, ialah
Untuk pembahasan deduktif secara terinci seperti yang dipahami dalam filsafat, lihat Logika. Untuk pembahasan teknis tentang deduksi seperti yang dipahami dalam matematika, lihat logika matematika.
Penalaran deduktif seringkali dikontraskan dengan penalaran induktif, yang menggunakan sejumlah besar contoh partikulir lalu mengambil kesimpulan umum.


Penalaran deduktif dikembangkan oleh Aristoteles, Thales, Pythagoras, dan para filsuf Yunani lainnya dari Periode Klasik (600-300 SM.). Aristoteles, misalnya, menceritakan bagaimana Thales menggunakan kecakapannya untuk mendeduksikan bahwa musim panen zaitun pada musim berikutnya akan sangat berlimpah. Karena itu ia membeli semua alat penggiling zaitun dan memperoleh keuntungan besar ketika panen zaitun yang melimpah itu benar-benar terjadi.
Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah mungkin akan membawa kita kepada hasil yang salah, dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat.
Alternatif dari penalaran deduktif adalah penalaran induktif. Perbedaan dasar di antara keduanya dapat disimpulkan dari dinamika deduktif tengan progresi secara logis dari bukti-bukti umum kepada kebenaran atau kesimpulan yang khusus; sementara dengan induksi, dinamika logisnya justru sebaliknya. Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.
Penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umu. Dengan memikirakan fenomena bagaimana apel jatuh dan bagaimana planet-planet bergerak, Isaac Newton menyimpulkan teori daya tarik. Pada abad ke-19, Adams dan LeVerrier menerapkan teori Newton (prinsip umum) untuk mendeduksikan keberadaan,massa, posisi, dan orbit Neptunus (kesimpulan-kesimpulan khusus) tentang gangguan (perturbasi) dalam orbit Uranus yang diamati (data spesifik).



Saturday, October 6, 2012

Penalaran Induktif

Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Ada dua jenis metode dalam menalar, yaitu metode induktif dan deduktif. Dalam kesempatan ini saya akan membahas tentang metode induktif.
METODE INDUKTIF
Metode induktif adalah adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. 
Penalaran yang mengambil contoh-contoh khusus yang khas untuk kemudian diambil kesimpulan yang lebih umum. penalaran ini memudahkan untuk memetakan suatu masalah sehingga dapat dipakai dalam masalah lain yang serupa. catatan bagaimana penalaran induktif ini bekerja adalah, meski premis-premis yang diangkat benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, kesimpulannya belum tentu benar. tapi kesimpulan tersebut mempunyai peluang untuk benar.


Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.

Contoh penalaran induktif adalah :
- kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata
- setiap hewan punya mata
penalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.

CIRI-CIRI PENALARAN INDUKTIF :
• Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
• Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
• Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraph
• Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
• Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama

Penalaran Induktif terbagi menjadi beberapa bentuk, yaitu:

1. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
Jadi dari beberapa gejala dan data yang kita ragukan, dapat kita simpulkan kebenaranya setelah beberapa data sebagai pernyataan memberikan gambaran seperti :
contoh : Jika dipanaskan, Besi memuai.
Jika dipanaskan, Tembaga memuai.
Jika dipanaskan, Emas memuai.
Jadi jika dipanaskan, logam memuai.


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam simpulan generalisasi sebagai berikut:
1. Data itu harus memadai jumlahnya. Makin banyak data yang dipaparkan makin jelas simpulan yang diperoleh.
2. Data itu harus meawkili keseluruhan. 
3. Pengecualian perlu diperhitungkan karena data-data yang mempunyai sifat khusus tidak dapat dijadikan data.

 • Generalisasi sempurna adalah generalisasi yang dimana seluruh fenomena atau kejadian yang bisa menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: Sensus Penduduk

• Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi yang dimana kesimpulannya dapat di ambil dari sebagian fenomena yang di selidiki dan di terapkan juga untuk semua fenomena yang belum di selidiki.
Contoh : Hampir Semua wanita dewasa di Jakarta menyukai coklat

2. Analogi 
Analogi adalah cara penarikan pernalaran secara membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
contoh : Nina adalanh lulusan Universitas Gunadarma
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan akademi A
Oleh sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Tujuan Penalaran secara analogi sebagai berikut :
1. Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan
2. Analogi digunakan untuk menyingkapkan kekeliruan
3. Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.
Dandy adalah lulusan akademi militer
Dandy dapat membuat website dengan baik.

3. Hubungan kausal 
Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Ada tiga jenis hunbungan kausal ;
Sebab-Akibat: terlihat pada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap sebuah akibat yang nyata, misalnya kalau kita melihat sebiji buah mangga jatuh dari batangnya, kita akan memperkirakan beberapa kemungkinan penyebabnya. Mungkin mangga itu tertimpa hujan, mungkin dihempas angin, dan mungkin pula dilempari oleh anak- anak. Pastilah salah satu kemungkinan itu penyebabnya. 
Contohnya: 
Karena PLN mengalami gangguan, menyebabkan mati lampu di perumahan Cibubur.
Sebab akibat
Akibat-Sebab:
Akibat sebab ini dapat dilihat pada peristiwa seseorang pergi ke dokter. Kedokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab, jadi mirip dengan entimen. Akan tetapi, dalam penalaranj enis akibat-sebab ini peristiwa sebab merupakan kesimpulan.
Contoh: 
Gigs mendapatkan kartu merah, karena melakukan pelanggaran 
Andi mendapatkan surat tilang, karena mengebut di jalan
Akibat- akibat:
Akibat- akibat adalah suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “ akibat” langsung disimpulkan pada suatu “akibat” yang lain. 
Contoh:
Ketika pulang dari pasar, Ibu Sonya melihat tanah dihalamannya becek. Ibu langsung menyipulkan bahwa kain jemuran di belalkang rumahnya pasti basah. 

Istilah- istilah didalam penalaran 
1. Proposisi yaitu kalimat pernyataan yang dipergunakan sebagai data 
2. Evidensi yaitu semua fakta yang ada, yang dihubung- hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu
3. Konklusi yaitu deduksi atau kesimpulan akhir dalam suatu premis dari konklusi dan premis yang ada dapat disimpulkan sebuah penalaran adalah sebuah gerakan pikiran dari sebuah proposisi 1 dan seterusnya, hingga mencapai proposisi terakhir.


               http://sahabat-keyboard.blogspot.com

Tuesday, April 24, 2012

Teknik Cara Menghapal Cepat

Bagimana cara menghapal dengan cepat? Mungkin itu pertanyaan sebagian orang yang ingin menghapal sesuatu dengan cepat dan mudah. Well, pada postingan kali ini beritamandiri akan sedikit memberikan informasi seputar tips cara menghapal dengan cepat. Lalu Apa itu teknik menghapal cepat? Menghapal cepat adalah suatu cara untuk memasukkan informasi ke dalam otak (menghapal) dengan melibatkan otak kanan tentunya Secara Cepat tanpa Lola alias Loading Lama.


A. OTAK MANUSIA
Menurut Roger Sperry otak manusia yang digunakan untuk berpikir dibagi menjadi dua belahan, yaitu otak kiri dan otak kanan.





Berdasarkan sifatnya, otak kiri bersifat short term memory (ingatan jangka pendek) dan otak kanan bersifat long term memory (ingatan jangka panjang)


B. TEKNIK MENGHAPAL CEPAT
1. Memory Sport
Perlu kita ketahui bahwa otak manusia sama halnya dengan otot. Apabila otot tidak diolahragakan, maka otot akan lemah, tetapi sebaliknya bila diolahragakan akan kuat. Begitu juga dengan otak. Otak akan lemah bila tidak diolahragakan, dan akan kuat bila diolahragakan. Maka itu kita perlu mengolahragakan otak kita.
Salah satu cara utk mengolahragakan otak kita adalah melalui memory sport.


Langkah – langkah memory sport;
1. Menyiapkan tempat dengan menggunakan site sistem
2. Menyiapkan kata – kata yang akan diingat
3. Menyimpan kata – kata tersebut pada tempat yg telah ditetapkan
4. Memanggil kata – kata yg telah disimpan berdasarkan langkah ke-3


Alokasi waktu untuk mengingat adalah 2 menit. Bila anda sudah bisa mengingat 25 kata dalam waktu 2 menit, maka konsentrasi anda telah meningkat. lakukanlah memory sport ini setiap hari, maka anda akan mendapatkan manfaat yang luar biasa


2. Site Sistem
Adalah suatu teknik menyimpan informasi secara teratur dg cara menempatkan informasi yg akan kita ingat (hafal) pada tempat – tempat yg tlh ditetapkan
cara membuat site sistem;
1. Tempat harus yg sudah dikenal oleh kita
2. Tempat harus dpt dilihat dg jelas
3. Tempat dibagi menjadi beberapa area
4. Tempat harus bisa dibayangkan


3. Relation Sistem
Adalah suatu teknik utk mengingat informasi dg cara menghubungkan informasi yang satu dengan informasi yg lainnya dengan aksi. Relation sistem dipakai utk menghapal yg berpasangan seperti vocabulary, nama negara dan ibu kotanya, nama sungai dan provinsinya, dsb


Contoh penggunaan aksi dalam relation sistem;
Uang masuk kedalam kipas
Roda menabrak ember
Kucing makan rujak


Masuk kedalam, menabrak, dan makan adalah aksinya. Aksi tersebut adalah sebaiga klu / pemicu utk menarik informasi yg ada didepannya, sehingga informasi yg ada didepannya tidak lupa


4. Story Sistem
Adalah teknik untuk mengingat informasi dengan cara menghubungkan informasi yg satu dengan informasi yg lainnya menjadi sebuah cerita


Contoh;
Burung – baju – awan – coca cola – gunung – kelinci – pistol – buaya – pohon – kawah


Cara menghafal;
Bayangkan!
Burung memakai baju terbang ke awan minum coca cola terbang lagi ke gunung ketemu kelinci yang membawa pistol utk menembak buaya yg tidur dibawah pohon di dekat kawah


5. Mnemonic
Adalah teknik menghapal yg bersifat abstrak dg cara mengubah kata abstrak tersebut menjadi benda konkrit yg bisa dibayangkan
Mnemonic dibagi menjadi 2, yaitu;
1. Sistem gambaran adalah suatu teknik menghapal informasi yg abstrak dengan cara menggambarkan kata abstrak tersebut menjadi sesuatu yg konkrit. utk menggambarkannya bisa dengan kegiatan, sesuatu yg terkenal seperti orang, makanan, dll.


contoh:
Gembira digambarkan dg org yg sedang bergembira
Jogya digambarkan dg Borobudur
Jakarta digambarkan menjadi monas


2. Sistem persamaan bunyi, adalah suatu teknik utk menghapal informasi berdasarkan persamaan bunyinya


Contoh :
Singapura menjadi singa
Irak menjadi rak


Sumber : http://www.beritamandiri.com

Tips Make Up

Beberapa tips dan trik praktis yang dapat Anda coba untuk mendapatkan wajah yang cantik antara lain:

Aplikasi bedak Secara Sempurna
Agar kulit wajah terlihat mulus, gunakan pelembap berbahan dasar air sebelum menggunakan alas bedak. Kemudian tentukan ketebalan bedak yang ingin Anda gunakan. Untuk riasan ke pesta yang ingin terlihat lebih tebal dapat menggunakan spons yang diaplikasikan dengan cara ditepuk-tepuk pada wajah dan diakhiri dengan menggunakan kuas. Sebaliknya, untuk riasan sehari-hari yang natural, dapat menggunakan bedak tabur dengan kuas.

Menutup Flek atau Noda Pada Wajah
Concealer berfungsi untuk menutup bekas jerawat atau noda pada wajah. Warna concealer harus sama dengan warna bedak agar wajah tidak terlihat belang. Concealer cair merupakan jenis yang paling mudah digunakan dan dapat menutup secara merata. Jika Anda menggunakan concealer berbentuk stik, caranya adalah dengan mengoleskannya terlebih dahulu pada jari manis dan colekkan pada wajah. Ini akan menutup dengan lebih halus daripada langsung memoleskan concealer stik pada noda di wajah.

Alis Rapi dan Tampil Natural
Sebelumnya, rapikan bentuk alis agar tidak berantakan. Untuk mendapatkan bentuk alis sempurna, Anda dapat menggunakan bantuan pensil alis untuk menggambar. Saat menggunakan pensil alis, gunakan pensil dengan ujung runcing dan empuk serta dalam jangan ditekan agar hasilnya tidak terlalu tebal. Sikat alis dan agar tetap tertata rapi, semprotkan sedikit hair spray pada sikat alis kemudian sikat kembali alis.

Membuat Bulu Mata Lentik
Jika malas menggunakan bulu mata palsu, Anda dapat mencoba cara praktis ini. Jepit bulu mata menggunakan penjepit bulu mata. Gunakan maskara pada bulu mata mulai dari pangkal sampai ujung bulu mata, kemudian celupkan sikat maskara dengan bedak bubuk dan gunakan lagi untuk menyapu bulu mata Anda. Bulu mata akan terlihat lentik dan tebal.

Eyeliner Tahan Lama
Eyeliner biasa digunakan untuk mempertegas bentuk mata dan membuat sorot mata terlihat tajam. Eyeliner yang lumer karena kepanasan atau sudah terlalu lama akan merusak penampilan. Cara agar eyeliner dapat bertahan lama adalah dengan menggunakan pelembap mata, kemudian gunakan concealer. Selanjutnya, dapat menggunakan eyeliner berbentuk pensil baru dilapisi dengan eyeliner cair untuk mendapatkan warna yang lebih tegas.

Hilangkan Mata Lelah
Kurang tidur adalah penyebab bagian bawah mata terlihat gelap. Cara mengakalinya adalah dengan menggunakan eye liner warna putih di bagian dalam garis mata bawah. Jangan gunakan secara berlebihan pada pangkal dan ujung mata agar tampilan tidak terlihat berlebihan.

Atasi Mata Sipit
Untuk mendapatkan efek mata terlihat lebih besar, triknya adalah dengan menggunakan scotch tape untuk menciptakan kesan lipatan pada mata dan aplikasikan warna-warna gelap pada mata. Gunakan eye shadow warna hitam, abu-abu, coklat tua atau ungu tua dapat menjadi pilihan yang tepat. Sebagai pelengkap, gunakan bulu mata palsu dengan bulu tipis.

Membuat Hidung Terlihat Mancung
Membuat bayangan atau shading pada hidung akan menciptakan kesan mancung. Cara membuat shading agar tidak terlihat berlebihan atau terlihat dibuat-buat adalah dengan membaurkan shading secara tipis. Sebelumnya, tentukan efek mancung yang ingin dihasilkan. Jika shading semakin panjang ke pangkal hidung, maka efek mancungnya semakin terlihat. Sebelum menggunakan shading, gnakan tinted moisturizer terlebih dahulu dan akhiri dengan bedak di atas garis dhading agar membaur sempurna dengan wajah.

Blush On Tahan Lama
Blush on atau perona pipi akan membuat wajah terlihat lebih segar. Jika tidak sempat untuk mengaplikasikan berkali-kali dan ingin wajah terlihat tetap segar sampai malam, gunakan cara berikut agar perona pipi lama bertahan di wajah. Pertama, gunakan tinted moisturizer pada seluruh wajah. Kedua, gunakan perona pipi bentuk cream. Ketiga, lapisi dengan alas bedak. Keempat, gunakan bedak padat atau bedak tabur. Kelima, gunakan perona pipi bentuk bubuk sebagai akhirnya.

Bibir Pecah-Pecah
Untuk masalah bibir kering dan pecah-pecah, triknya adalah dengan menggunakan lip balm terlebih dahulu sebelum mengoleskan lipstik.

Bibir Berwarna Gelap
Jika bibir yang terlihat gelap, cara mengatasinya adalah dengan menggunakan lipstik warna gelap terlebih dahulu, lalu oleskan dengan alas bedak baru kemudian gunakan lipstik dengan warna yang diinginkan dan dapat menambahkan lipgloss.

Lipstik Tahan Lama
Agar bibir tetap terlihat berwarna dengan sapuan warna lipstik, triknya adalah dengan membingkai bibir dengan warna yang sama kemudian sapukan lipstik seperti biasa, tempelkan pada tisu dan bubuhkan bibir dengan sedikit bedak tabur, kemudian aplikasikan lipstik kembali.

Anda dapat mencoba trik praktis diatas untuk memperbaiki penampilan dan mengatasi kendala-kendala yang mungkin Anda temukan saat merias wajah.