Tuesday, May 28, 2013

Korean Style


Akhir-akhir ini Kpop sedang merajai dunia hiburan, apalagi di Indonesia. Banyak remaja bahkan sampai orang tua pun ikut menggemari nya. Mulai dari musik, makanan, fashion, drama.  Tapi dalam tulisan saya kali ini, saya ingin membahas tentang Korean Fashion. Sehingga banyak bermunculan bisnis online dengan sistem pre-order untuk membeli barang-barang seperti yang dikenakan para Kpop idol.

Korea Selatan tidak hanya punya keindahan panorama dan kekayaan budaya namun juga menawarkan surga belanja bagi siapapun yang sedang liburan. Gelombang K-Pop yang sudah menjalar di berbagai negara turut melambungkan pusat-pusat perbelanjaan yang dipenuhi dengan barang-barang unik dan fashion item yang dikenakan para bintang drama Korea. Tidak itu saja, Korea Selatan juga merupakan pusat penjualan bahan-bahan herbal dan obat-obatan tradisional. . Fashion Korea Selatan dengan busananya yang lucu dan unik memang selalu menarik untuk diikuti. Berikut adalah beberapa destinasi wisata belanja yang harus Anda singgahi selama jalan-jalan di Negeri Ginseng ini :

1.  Rodeo Street
           Rodeo Street berada di Gangnam, Seoul. Ada sejak tahun 90an, kawasan ini ada awalnya identik dengan pusat perbelanjaan warga kelas atas. Kini, Rodeo Street menjelma menjadi tempat yang dikunjungi oleh siapapun yang ingin menuntaskan hasrat berbelanja. Di sepanjang jalan ini dipenuhi dengan toko-toko yang menjual fashion item khas Korea mulai yang murah hingga mahal. Anda juga bisa berbelanja barang secondhand yang langsung diimpor dari beberapa kota pusat mode dunia seperti Italia. Bagi penyuka barang imitasi, Rodeo Street juga menyediakannya untuk Anda. Belanja Anda akan semakin menyenangkan jika berbarengan dengan adanya peragaan busana atau festival, karena masing-masing toko akan memberikan diskon kepada para pembelinya.



2.     I’Park Mall
              I’Park Mall adalah pusat perbelanjaan di Yongsan yang tidak hanya digandrungi kawula muda Seoul namun juga para wisatawan mancanegara. Tempat ini menawarkan konsep one stop shopping yang meliputi pusat perbelanjaan, bioskop, pusat kebugaran, mini golf, supermarket, toko buku, area bermain video games serta food court. Terhubung langsung dengan Yongsan Station membuat I’Park Mall sangat mudah dijangkau oleh siapapun. Tempat ini juga seringkali dijadikan tuan rumah untuk ajang festival dan fashion show. Bagi yang menyukai shopping sepuasnya di satu tempat, I’Park Mall adalah pilihan yang tepat.




 3.     Kawasan Sinchon
               Sinchon adalah kiblat fashion di Seoul. Kawasan ini cocok bagi Anda yang selalu update dengan perkembangan gaya berpakaian di Asia bahkan dunia. Butik dan toko baju di Sinchon akan memanjakan para penggila belanja. Tidak itu saja, asesoris seperti kalung, cincin, bros, dan gelang yang cantik dan lucu juga tersedia. Bagi pengunjung pria, Sinchon juga menyediakan fashion item yang tak kalah meriah dengan wanita. Berada di sekitar kompeks kampus Yonsei, Sogang dan Ewha Woman University membuat kawasan ini menjadi salah satu pusat pergaulan anak muda. Deretan kafe dan restoran di Sinchon akan menambah kenikmatan Anda dalam berbelanja.





4.      4.    Kawasan Myeongdong
           Myeongdong adalah destinasi belanja yang sangat populer di Seoul. Di tempat ini kita bisa belanja barang-barang dari brand lokal hingga merek internasional seperti H&M, GAP dan Zara. Soal harga Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa dengan bebas memilih barang yang sesuai dengan kondisi kantong Anda. Outlet komestik seperti Etude dan Face Shop juga tersedia. Ramainya geliat wisata belanja di Myeongdong membuat daerah ini tidak pernah tidur. Kehidupan malam di kawasan ini digandrungi anak muda dan para wisatawan.




 5.   COEX Mall
      COEX Mall adalah pusat perbelanjaan bawah tanah terbesar di Asia. Terletak di Korea World Trade Center, Samseong-dong, Gangnam Seoul. Pengunjung akan menemukan ratusan toko, termasuk toko pakaian merek internasional, pusat games, Cineplex Megabox dengan 16 layar multi-kompleks, toko buku, aquarium COEX, Museum Kimchi serta pusat jajanan dan makanan alias food court. Mall superbesar dengan luas 85.000 meter persegi ini benar-benar akan membuat Anda puas berbelanja seharian.

Korean Style










 





       









Monday, May 27, 2013

How to Raise Finance For Your Business


How to raise finance for your business

How to raise finance for small businesses

Raising finance is often the first hurdle business owners have to jump. Certainly it's one that will face all SMEs at some stage. As tougher lending restrictions take hold, businesses need to get smarter if they are to get their hands on any investment.
Phil McCabe, of the Forum of Private Business (FPB), says a greater number of restrictions are being put in place, making it more difficult for small business owners to raise finance. "It is becoming increasingly more expensive, particularly from traditional avenues. Add to that the over centralisation of banks and the lack of competition around, and finance is hard to come by."

1. Stay smart

No one can afford to be complacent when it comes to raising finance. "Business owners need to get smarter when they're applying for loans. They need to make sure they have business plans in place and all the paperwork that finance companies want to see" says Phil.
Huw Morgan, Head of Business Banking for SMEs at HSBC Commercial Banking UK, agrees. He says HSBC looks at each business on a case-by-case basis when deciding whether to lend. "When making lending decisions we are looking to support firms with good cash flow management, a strong balance sheet, a sound business plan, a well-balanced management team, a good business record, and who are looking to develop and grow."
Neil Mackay of Advantage Business Angels suggests "you need to put some real effort into preparing a business plan: not a consultant template driven one but a well thought out document. Particular emphasis should be placed on sales and the plan should be less than 10 pages of A4".

2. Know the rules

When it comes to raising finance there are a number of legal issues to consider. Joe Bedford, Partner in the corporate department at Stevens & Bolton LLP, says when small business owners are raising either debt or equity finance, legal issues to look out for include the use of standard documents by debt providers, requirements for personal guarantees or other security, and the setting of achievable and clearly understood financial covenants.
"When raising equity finance (even money from friends and family), small business owners will need to comply with the Financial Services and Markets Act 2000," Joe says. "This protects acquirers of UK equity and is often overlooked in such circumstances." It is also important that small business owners are clear at the outset as regards any strings attached to the finance that find their way into documentation. A detailed term sheet provided early on in the process should, but won’t always, highlight any snags.

Step to Open for Business



In our experience, the process of creating and writing a business plan is as valuable as the end product itself - a document that will provide the priorities, context and sanity you’ll need as you start up your business.
Just remember that the most important audience for a business plan is you! You’ll be forced to be accountable to all of the statements, claims, stats and facts inside of it. You may also use your business plan as a tool to generate interest from financiers, prospective employees and strategic partners.
We focus on 3 aspects of business planning to consider as you write a business plan:
1.     The "Defining Dozen" questions you must answer
2.     Key components of a business plan
3.     Writing a business plan

Sample Business Plans
Use these sample business plans for reference.
  • Hospitality (restaurant)
  • Manufacturing (apparel)
  • Service(public relations)
  • Technology (software)
  • Technology (hardware)
1. The "Defining Dozen" questions
To write a good business plan, you have to know the answers to the “Defining Dozen” questions, which we describe in detail in “StartupNation: Open for Business,” our book. Jot down the answers to each of these questions and hang on to them. You might not use every answer in writing your business plan, but they could be helpful when you update your plan as your new business grows.

1.     What’s your business idea? 
2.     How does your idea address a need?
3.     What model suits you best? 
4.     What’s so different about what you offer?
5.     How big is the market and how big will you grow?
6.     What’s your role going to be?
7.     Who's on your team?
8.     How will customers buy from you, and how much will they pay?
9.     How much money do you need, and how much will you make?
10.  Where's the startup money coming from?
11.  How will you measure success?
12.  What are your key milestones?

Once you’ve answered these questions, you should be prepared to write the actual business plan document.

2. Key components of a business plan:

Executive Summary:

Summarizes the most important information within the pages of your business plan - the people, the idea, the market, the competition, the strategy - typically no more than two pages long, the executive summary is usually written last. It takes discipline to keep the summary short, but it's a must.

Business Description:

Details the mission, goals, value proposition, business model, and key assets. After someone reads this section of the plan, they should be able to "get" what you're offering with total clarity!

Market Analysis:

Dives into the needs and wants of potential customers in the market, as well as your competition and the percentage of the market you expect to reach. Be sure to include any pertinent market research and competitive analysis you've done - and cite your sources.

Personnel:

Describes the management team (existing or future) and any other key personnel that will be instrumental to the business’ success. Includes each team member's role and responsibilities, as well as any background information that illustrates why they are highly qualified for their role.

Exit Strategy:

Puts into words what you see as the ultimate destiny of the company, especially as it may affect those who finance your new business, as well as other equity holders in the startup.

Financials:

Distills your strategies and assumptions into how much they’ll cost and how much money they’ll make you in the course of your new business.

The Financials section should map out your first few years of business and contain:
· Written narrative of key business assumptions
· Income statement
· Balance sheet
· Statement of cash flow
· Cash management report

We’ve developed an important tool to help you forecast and manage the financial side of your startup business - a cash management report. It looks at how cash moves in and out of your business on a monthly basis. By preparing a cash management report before the launch of your business, you’ll be able to determine if you’ll need to raise outside capital, when you’ll need it, and how much will be required.

3. Writing your Business Plan

Your business plan should be concise and neatly formatted. We suggest a Microsoft Word document for the bulk of the business plan, with financial documents as attached or embedded spreadsheets created in Microsoft Excel. Avoid fancy graphics, flowery language or photos. The easier you make it to read for a potential investor or partner, the better.

If you are the type of person who works better with templates and wizards, there are many business planning software packages available that cost around $100, as well as a few free online business plan templates.
The advantage to using business planning software is that it offers a step-by-step approach to the process (similar to a “wizard”), and can include sample business plans for specific types of businesses (e.g. restaurants, manufacturing, service) to help you outline some of the unique requirements or expenses associated with that particular business. It also formats your business plan for you.
A drawback to using business planning software is that it might not provide you the flexibility to convey some of the uniqueness and creativity of your new business, since it's written through the software system.


Quoted Speech and Reported Speech

I. Answer the question beginning with "He/She asked me..."

1. What time is it?

  • He asked me what time is it?
2. Did you finish your assignment?
  • She asked me if I had finished my assignment
3. Have you seen my sister?
  • Shw asked me if I had seen her sister
4. Is what you said really true?
  • She asked me if what I said was really true
5. Who do youthink will win the champions league?
  • He asked me who I think would win the champions league

II. Change the following quoted sentences into reported ones

1. Vera said, "You should come to the seminar"
  • Vera said i should come to the seminar
2. "Is what I've heard true?" said Shinta
  • Shinta asked me if what she had heard was true
3. Bayu said, "come to my birthday party"
  • Bayu said come to his birthday party
4. Hilda said, " I need to eat now"
  • Hilda said she did need to eat then
5. "Can you meet me, "Irfan said, "after class?"
  • Irfan asked me to meet him after class

Monday, April 29, 2013

Command and Request

Command Sentence

1. You must help your mom
  • Help you mom!
2. You shouldn't do that

  • Dont do that!

3. we had better study together

  • Let us study together!

4. You mustn't be arrogant

  • Dont be arrogant!

5. You ought to be polite

  • Be Polite!

6. We don't have to be here

  • Let us go from here!

7. You have to obey your father even when he seems to strict

  • don't obey your fahter  even when he seems to strict!

8. We should take care of our earth

  • Let's take care our earth!

9. You shouldn't be like that

  • Don't be like that!

10. You must make your parents proud of you

  • make your parents proud of you!


Request Sentence

1. You want to ask your tutor a question

  • May i ask you a question?

2. you are at your friends house, you want to use the phone

  • Can you allow me to use your phone?

3. You are at a restaurant. You finished the meal you ask a waiter for the bill

  • Please, may i ask for the bill?

4, You knock on your tutor's half open door, He's sitting at his desk. You want to get in

  • Excuse me sir, may i come in?

5. You want see Agung;s dictionary

  •  please, could i borrow your dictionary?

6. You are in class. You are hot, you are talking to your friends

  • Can your turn on electric fan?

Wednesday, April 3, 2013

Personal Description

Hi, i'm Rini Priani was born on April 15, 1992 in Jakarta. I live with my parents. My father's name is Efendi Warman and my mother is Nuraini. I have one older brother, he's name is Sofyan.

I live in Bogor and now i was educated in accounting majors at Gunadarma University. I choose accounting majors because i want to be an accountant. In my free time, i usually spend my time by reading books, listen to music and hanging out with my parents or my friends.

Wednesday, March 27, 2013

TOEFL, TOEIC, and IELTS

TOEFL


TOEFL adalah singkatan dari Test Of English as a Foreign Language (Test Bahasa Inggris sebagai bahasa asing), yang diorganisir oleh sebuah lembaga di Amerika Serikat yang bernama ETS (Educational Testing Service).
Pada awalnya, TOEFL diperlukan bagi para pelajar di negara-negara yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris, tetapi ingin melanjutkan studi ke negara-negara yang bahasa resminya adalah bahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Eropa Barat.
Ini diperlukan untuk memastikan bahwa siswa-siswa dari negara berbahasa non-bahasa Inggris tersebut dapat mengikuti perkuliahan di negara berbahasa Inggris dengan baik. Antara lain untuk :
  • Memastikan bahwa mahasiswa tersebut memahami uraian yang diberikan dosen dalam bahasa Inggris (listening skill).
  • Mahasiswa memahami buku-buku textbook yang diwajibkan (reading skill).
  • Mahasiswa mampu membuat tulisan ilmiah dengan tatabahasa yang benar (writing & grammar skill).
Untuk dapat diterima di negara-negara barat, calon mahasiswa haruslah memiliki TOEFL score minimal 500 (Eropa), bahkan untuk di Amerika Serikat, TOEFL score yang disyaratkan adalah 550. (Nilai maksimal TOEFL Paper Based Test adalah 677).

PERLUASAN PENGGUNAAN TOEFL
Seiring perkembangan zaman, bahkan negara-negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, seperti Jepang, Korea, India, Malaysia, Indonesia, dll mensyaratkan TOEFL Score tertentu bagi calon mahasiswanya, baik yang datang dari dalam negeri, apalagi jika berasal dari luar negeri. Di Indonesia, TOEFL bahkan digunakan juga untuk :
  • Persyaratan bagi penerimaan karyawan baru di instansi pemerintah, perusahaan pemerintah dan swasta.
  • Syarat penerimaan mahasiswa baru untuk jenjang S2 dan S3.
  • Syarat pengajuan beasiswa, baik dari pemerintah maupun swasta.

PERKEMBANGAN TOEFL
TOEFL sendiri sudah beberapa kali mengalami penyempurnaan oleh lembaga penyelenggaranya, ETS. Bentuk-bentuk TOEFL Test yang pernah diperkenalkan ke publik yaitu :
  1. TOEFL Paper Based Test
    Terdiri atas 3 section : Listening, Structure, and Reading
    Maximum Score : 677
  2. TOEFL Computer Based Test
    Terdiri dari 4 Section : Listening, Structure, Reading, Writing
    Maximum Score : 300
  3. TOEFL Internet Based Test
    Terdiri dari 4 section : Listening, Reading, Writing, Speaking.
    Maximum score : 120.
Meskipun resminya, sejak TOEFL Internet Based Test diperkenalkan di seluruh dunia, maka jenis sebelumnya tidak berlaku lagi, tetapi kenyataannya sampai saat ini, TOEFL Paper Based Test masih digunakan secara luas di berbagai lembaga pendidikan tinggi maupun untuk rekrutmen karyawan di Indonesia, atau di negara-negara yang bukan berbahasa Inggris.


TOEIC

TOEIC (Test of English for International Communication) adalah suatu pilihan untuk menguji kecakapan bahasa inggris bagi orang pribumi. Score menandai seberapa baik orang-orang dapat berkomunikasi dengan bahasa inggris pada lingkungan kerja global. Tes tersebut tidak memerlukan pengetahuan atau kosakata khusus, tes ini hanya mengukur jenis bahasa Inggris yang dipakai dalam aktivitas sehari-hari.

Test TOEIC dikembangkan di Amerika Serikat sejak tahun 1979 oleh ETS (Pengujian Bidang Pendidikan) menuruti suatu permintaan dari Kementrian Perdagangan luar negeri dan industri Jepang (MITI). 


Test TOEIC adalah test pilihan ganda, kertas dan pensil selama dua jam yang terdiri dari 200 pertanyaan yang dibagi ke dalam dua bagian waktu terpisah:

Listening and Reading Test
  • Pemahaman Mendengar
Bagian ini terdiri dari 100 pertanyaan dan dibagi ke dalam empat bagian. Peserta tes mendengar rekaman tentang pernyataan, pertanyaan, percakapan pendek, dan penjelasan singkat, kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan pada segmen-segmen mendengar. Keseluruhan Bagian Pemahaman Pendengaran membutuhkan kira-kira 45 menit.
Part 1: Photographs
Part 2: Questions and Response
Part 3: Short Conversations
Part 4: Short Talks
20 items (4- choice)
30 items (3-choice)
30 items  (4-choice)
20 items  (4-choice)
  • Bagian II: Bacaan
    Bagian bacaan terdiri dari 100 pertanyaan yang disajikan dalam format tertulis pada booklet tes. Peserta membaca berbagai macam bahan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan kecepatan mereka sendiri yang sesuai dengan bahan bacaan itu sendiri. Keseluruhan bagian bacaan memerlukan 75 menit.
    Part 5: Incomplete Sentences40 items (4-choice)
    Part 6: Error Recognition20 items  (4-choice)
    Part 7: Reading Comprehension40 items  (4-choice)
Peserta menjawab pertanyaan dengan menandai salah satu dari huruf (A), (B), (C), (D) dengan pensil pada lembah jawaban yang terpisah. Meskipun waktu testing yang sebenarnya adalah kira-kira dua jam waktu tambahan yang diperlukan peserta guna menyelesaikan pertanyaan biografis pada lembar jawaban dan merespon questionnaire singkat tentang pendidikan dan sejarah kerja mereka.
Speaking and Writing Tests
Di dunia kerja global yang persaingannya semakin tinggi, para pemilik perusahaan membutuhkan pekerja yang bisa berbicara dan menulis bahasa Inggris dengan baik dan benar serta dapat dengan mudah dipahami isinya. Oleh karena itu tes ini mencakup
  • Speaking Test - Ketrampilan berbicara terutama dalam melakukan presentasi, komunikasi tatap muka, video conferencing, teleconferencing dan percakapan di telepon.
  • Writing Test - Ujian ketrampilan menulis lebih ditekankan pada penulisan email atau surat elektronik yang persuasif dan bermacam-macam korespondensi bisnis yang umum dikenal dalam dunia kerja.


IELTS


International English Language Testing System disingkat IELTS adalah uji coba kemampuan berbahasa Inggris yang diselenggarakan bersama oleh Universitas Cambridge, British Council dan IDP Education Australia. 
Sejak tahun 1989, IELTS dipercaya untuk melakukan tes untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris. Lebih dari sejuta tiap tahun orang menggunakan IELTS untuk memasuki dunia yang berbahasa Inggris. Tes ini diselenggarakan di 120 negara.

IELTS Exam diadakan setiap bulan di pusat tes resmi IELTS. Booking perlu dilakukan terlebih dahulu untuk dapat mengikuti test tersebut.
IELTS Exam menunjukkan tingkat kemampuan bahasa Inggris dan hasilnya dapat digunakan saat mendaftar ke sekolah menengah, kejuruan (Vocational) dan Universitas. Ini juga merupakan salah satu dokumen yang Anda harus tunjukkan saat mengajukan permohonan untuk visa permanen (Permanent Residency) di Australia.
Ujian ini terdiri dari empat ‘ band ‘: membaca, menulis, mendengar dan berbicara (reading, writing, listening and speaking). Setiap band ditandai dari score 1 sampai 9 dengan skor keseluruhan band di akhir. Band secara keseluruhan menunjukkan tingkat bahasa Inggris yang telah dicapai.
IELTS tersedia dalam dua format:  General Training dan Academic.
General Training IELTS
General Training IELTS direkomendasikan untuk calon yang akan ke negara berbahasa Inggris untuk bekerja atau belajar di tingkat kejuruan (vocational level). Tes ini menilai kemampuan bahasa Inggris Anda dengan menekankan pada kosa kata sehari-hari dalam lingkungan kerja atau kehidupan sehari-hari.
General Training IELTS juga digunakan untuk tujuan Imigrasi di Australia, Kanada dan Selandia Baru. Modul pada test Academic Reading and Writing mengevaluasi apakah Anda siap untuk belajar di tingkat sarjana atau pascasarjana. Program studi di tingkat universitas memerlukan tingkat bahasa Inggris yang sangat baik sebagaimana Anda dibutuhkan untuk menulis banyak tugas dan membaca buku atau karya tulis ilmiah.
Oleh karena itu, jika Anda ingin belajar di Universitas manapun, ini adalah test yang Anda perlu ambil. Minimum score keseluruhan untuk dapat diterima di Universitas berkisar antara 6,5 hingga 7,5. Kursus persiapan IELTS di sekolah bahasa di Australia biasanya dimulai setiap bulan. IELTS Exam biasanya diadakan setiap minggu di pusat tes IELTS resmi.


Summary :
http://www.toeflindonesia.com
http://englishland.or.id
http://id.wikipedia.org/wiki/IELTS

http://mje.co.id/study-in-australia/study-options/english-courses/ielts-preparation